loader

Langkah Kemenperin Tingkatkan Peluang Industri Perhiasan

07 November 2016 | Author : Manufakturindo
image berita
Industri Perhiasan dinilai mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Pasalnya perusahaan berbasis Industri Kecil dan Menengah (IKM) satu ini berhasil mempertahankan tingkat ekspor, walaupun kondisi ekonomi dunia belum stabil.

 

Berdasarkan data tahun 2015, jumlah unit industri perhiasan dan aksesoris di dalam negeri mencapai 36.636 perusahaan, dengan nilai produksi sebesar Rp 10,45 triliun. Industri perhiasan ini menyerap tenaga kerja sebanyak 43.348 orang, dan menghasilkan devisa melalui ekspor sebesar USD 3,31 miliar. 

 

Hingga saat ini, tujuan ekspor perhiasan didominasi oleh Singapura, Hongkong, Amerika Serikat, Jepang, Arab, dll. Diperkirakan lambat laun negara tujuan ekspor perhiasan asli Indonesia semakin bertambah dan semakin besar.

 

Sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing dengan produk dunia, Kemenperin telah melakukan dan mempersiapkan terobosan baru.

 

 

Industri Batu Mulia dan Perhiasan Merangkak Naik 

 

 

Menurut Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih, menyampaikan bahwa Kemenperin telah melakukan berbagai program dan kebijakan strategis seperti membentuk lembaga sertifikasi yang bertugas memberikan sertifikat terhadap perhiasan Indonesia yang diakui oleh dunia internasional.

 

Selain itu juga, Kemenperin telah memberikan pelatihan dan pendampingan tenaga ahli desainer di sentra-sentra maupun secara langsung (on company level) di perusahaan, serta memberikan bantuan mesin dan peralatan, khususnya di Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang dapat dimanfaatkan oleh IKM di sentra-sentra perhiasan.

 

“Kami juga memfasilitasi kegiatan promosi dan pemasaran melalui pameran dalam dan luar negeri, pembentukan pusat pasar perhiasan dan batu mulia di daerah potensial, serta peningkatan keterampilan SDM melalui pendidikan dan pelatihan produksi yang difokuskan pada teknik ukuran dan bentuk yang homogen, pembuatan potongan facet, ukiran batu mulia dan keterampilan lainnya dengan menggunakan teknologi modern,” paparnya.

 

Lebih lanjut Gati menambahkan untuk meningkatkan iklim usaha terkait dengan regulasi di bidang fiskal (PPN dan PPh) dalam rangka mendukung daya saing produk perhiasan, diperlukan peninjauan kembali pengenaan PPN 10 persen dan pengenaan PPh terhadap penjualan produk-produk perhiasan dan pembatasan ekspor batu mulia dengan pengenaan pungutan ekspor (PE) dalam upaya pengamanan pasokan bahan baku dalam negeri.

 

 

Apa Kabar Industri Kosmetik Indonesia?

 

Gati berharap agar berbagai program dan kebijakan pemerintah tersebut dapat didukung secara sinergis oleh seluruh pemangku kepentingan, melalui berbagai kegiatan kreatif dan produktif sehingga dapat menghasilkan produk perhiasan yang bernilai tambah tinggi.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Kemenperin Bangun Politeknik Industri...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Asosiasi dan Industri Petrokimia siap membangun Polite...

Kinerja Ekspor Mebel Dan Kerajinan Kayu Capai...

Kinerja ekspor produk mebel dan kerajinan kayu nasional periode Januari – Oktober 2018 capai U...

Cara Kemenperin Optimalkan Industri Furnitur...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah melakukan optimalisasi industri furnitur tanah air. Pa...

Perusahaan Manufaktur