loader

Hadapi Industry 4.0, Menperin Kembangkan Empat Sektor Manufaktur Ini!

31 January 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Demi menghadapi revolusi industri keempat atau Industry 4.0, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengungkapkan akan mengembangkan empat sektor manufaktur Indonesia. Adapun keempat sektor manufaktur ini akan menjadi kekuatan unggul di tingkat Asia Tenggara, diantaranya adalah industri otomotif, elektronika, makanan dan minuman, serta textile clothes footwear (TCF).

 

Menurut Menperin, pada era Industry 4.0, sektor industri mengimplementasikan otomasi dalam proses produksinya, yaitu melalui pemanfaatan tenaga robotik yang terhubung dengan internet dalam pengoperasiannya.

 

Menperin meyakini, bahwa Indonesia memiliki daya saing industri pada empat sektor yang sedang dipacu bersama negara-negara Asean lainnya. Misalnya sektor otomotif, selain punya pasar domestik yang besar, Indonesia juga menjadi basis produksi dari beberapa perusahaan otomotif dunia.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri alat angkutan mencapai 5,63 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06 persen pada kuartal III-2017. Selain itu, sektor ini sebagai salah satu kontributor terbesar pada pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri pengolahan nonmigas yang mencapai 10,11 persen.

 

Selanjutnya, industri elektronika dalam negeri, menunjukkan kinerja yang cukup positif. Hingga tahun 2016, terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek dan 37 pemilik merek baik global maupun nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp7 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13 ribu orang.

 

Sementara itu, industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor yang strategis dan masih mempunyai prospek cerah untuk tumbuh di Indonesia.

 

BPS mencatat, pertumbuhan industri mamin sebesar 9,46 persen pada kuartal III/2017 atau naik dari capaian kuartal II/2017 sekitar 7,19 persen. Sektor ini mampu menyumbangkan PDB industri nonmigas pada triwulan III 2017 sebesar 34,95 persen, tertinggi dibandingkan sektor lainnya. Selain itu, kontribusi tenaga kerja industri didominasi oleh sektor mamin sebanyak 3,3 juta orang atau sebesar 21,34 persen.

 

Sedangkan, menurut Menperin, untuk kelompok industri pakaian, tekstil, dan sepatu juga telah mampu menguasai pasar global.

 

Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong agar industri-industri andalan Indonesia tersebut bisa terintegrasi pada rantai pasok di tingkat Asean. Terkait pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean, ini menjadi momentum penting bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk semakin meningkatkan kerja sama ekonomi khususnya sektor industri agar bisa saling melengkapi satu sama lain.

Berita Manufaktur Terkait

Produksi Industri Kulit...

Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan...

Baca selengkapnya..

DUA PABRIK BARU SIDO...

Demi meningkatkan pendapatan dan kapasitas produksi, PT Sido Muncul Tbk siap mengoperasikan  du...

Baca selengkapnya..

Kemenperin Pacu...

Hingga saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu peningkatan kapasitas produksi i...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur