loader

Indeks Manajer Pembelian Indonesia Capai Level Tertinggi Dalam 23 Bulan Terakhir

08 June 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia mampu mencapai level tertinggi dalam 23 bulan terakhir. Ini merupakan bukti bahwa pergerakan industri manufaktur nasional mengalami kenaikan positif dari waktu ke waktu. Di samping itu, produksi manufaktur dalam negeri terus menunjukkan kenaikan selama empat bulan terakhir dan menjadi periode perluasan usaha terpanjang sejak lima tahun silam.

 

Jika dilihat dari indeks manajer pembelian pada Mei 2018 yang mana mampu mencapai level tertinggi, Indonesia mampu menyentuh PMI sebesar 51.7 atau naik dari bulan sebelumnya 51.6. PMI dirilis oleh Nikkei dan Markit, dan menyatakan jika PMI suatu negara berada di atas 50 menandakan manufaktur tengah ekspansif.

 

Dilansir dari laman resmi Kemenperin, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal I tahun 2018, industri manufakur nasional skala besar dan sedang di dalam negeri mengalami peningkatan produksi sebesar 0,88 persen. Jumlah ini lebih tinggi dibanding kuartal IV/2017 (quarter to quarter/q-to-q) atau tumbuh 5,01 persen dari kuartal I-2017 (year on year/y-on-y).

 

Selanjutnya, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,03 persen di kuartal I/2018, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2017 sekitar 4,80 persen. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98 persen.

 

Kemudian industri makanan dan minuman yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70 persen, kemudian industri logam dasar 9,94 persen, industri tekstil dan pakaian jadi 7,53 persen, serta industri alat angkutan 6,33 persen.

 

Menperin menegaskan, selama ini pihaknya fokus menjalakan program hilirisasi industri yang konsisten memberikan efek berantai terhadap perekonomian nasional. Dampak positif itu antara lain peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

 

Kementerian Perindustrian mencatat, total investasi industri manufaktur (PMA dan PMDN) pada kuartal I/2018 mencapai Rp62,7 triliun. Sektor pengolahan ini mampu memberikan kontribusi yang besar bagi seluruh nilai investasi di Indonesia.

 

Sementara itu, pada kuartal I/2018, industri manufaktur mencatatkan nilai ekspor sebesar USD32 miliar atau naik 4,5 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun lalu di angka USD30,6 miliar.

Berita Manufaktur Terkait

Dorong Ekspor, Kemenperin...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia, terus berupaya mendorong keindahan budaya Indonesi...

Baca selengkapnya..

Pemerintah Pacu Industri...

Pemerintah Indonesia di bawah kendali Jokowi semakin serius menggarap industri manufaktur, salah sat...

Baca selengkapnya..

Investasi Manufaktur...

Investasi industri manufaktur membawa perekonomian Indonesia tumbuh di tahun 2018 karena masih banya...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur