loader

Indonesia – Malaysia Perkuat Kerjasama Di Bidang Otomotif

15 August 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Indonesia – Malaysia perkuat kerjasama di bidang otomotif. Langkah ini diambil untuk memperdalam struktur manufaktur dan melengkapi kebutuhan komponen kedua Negara. Selain itu, sebagai upaya pengembangan industri otomotif yang kompetitif di pasar ASEAN.

Kedua negara tersebut telah resmi melakukan pertukaran Memorandum of Agreement (MoA) antara Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas dengan CEO Malaysia Automotive Institute (MAI) Dato Mohamad Madani Sahari yang disaksikan oleh Menteri Perdangangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking dan Dirjen KPAII Kemenperin. Pada kesempatan itu, Dirjen KPAII juga melakukan pertemuan dengan Menteri Darell Leiking.

Kerjasama

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menyebutkan, kerjasama yang akan dilakukan meliputi pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan rantai pasok, peningkatan daya saing industri komponen serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D).

Putu menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia tengah fokus memacu pengembangan dan daya saing industri otomotif. Pasalnya, sektor ini menjadi satu dari lima industri yang akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri generasi keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Sesuai peta jalan pengembangan industri otomotif nasional, pada tahun 2020 sebesar 10 persen dari 1,5 juta mobil yang diproduksi di dalam negeri adalah golongan kendaraan beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV). Kemudian, di tahun 2035, dibidik naik sampai 30 persen saat produksi mencapai 4 juta unit mobil.

Di sisi lain, Presiden IOI I Made Dana Tangkas menyampaikan, IOI dan MAI mendorong joint venture antara perusahaan komponen otomotif di Indonesia dan Malaysia agar dapat memenuhi kebutuhan principal yang banyak berada di kedua negara. Selain itu, bakal menginisiasi terbentuknya ASEAN Automotive Institute Federation.

Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking menyampaikan, gagasan mobil ASEAN disampaikan oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Melalui kerja sama institut otomotif kedua negara tersebut, diharapkan ada perluasan pasar bagi vendor-vendor kedua negara. Menteri Leiking menambahkan, hasil dari kerja sama ini ditindaklanjuti menjadi sesuatu yang terukur.

CEO MAI Dato Mohamad Madani Sahari menambahkan, kedua belah pihak akan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang bisa melakukan kerja sama dan didorong untuk memproduksi komponen untuk kendaraan internal combustion engine (ICE), kemudian melakukan riset bersama untuk mempelajari semua teknologi baru, seperti kendaraan listrik atau hybrid.

 



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Investasi Modal Di Sektor...

Perkembangan industri manufaktur pada semester I tahun 2018 mencatatkan hasil positif. Menurut hasil...

Baca selengkapnya..

DUA PABRIK BARU SIDO...

Demi meningkatkan pendapatan dan kapasitas produksi, PT Sido Muncul Tbk siap mengoperasikan  du...

Baca selengkapnya..

Kemenperin Pacu...

Hingga saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu peningkatan kapasitas produksi i...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur