loader

Indonesia Duduki Peringkat 10 Negara Industri Manufaktur Terbesar di Dunia

30 March 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Belum lama ini, International Yearbook of Industrial Statistic 2016 yang diterbitkan oleh United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) merilis terkait data 10 negara industri manufaktur terbesar di dunia. Menariknya nama Indonesia masuk menjadi bagian dari 10 besar negara manufaktur terbesar tersebut, dan berhasil melampaui negara industri lainnya seperti Inggris, Rusia, dan Kanada. Atas pencapaiannya ini, Menperin optimis dapat memajukan industri manufaktur dalam negeri di tahun-tahun ke depan.

 

Sebagai satu langkah untuk meningkatkan potensi industri manufaktur, Kementerian Perindustrian RI melaju ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk bertemu dengan UNIDO dalam rangka membahas mengenai peningkatan daya saing industri di Indonesia. Adapun cara yang digunakan yakni pengembangan industri hijau, yang sejalan dengan visi UNIDO dalam upaya menciptakan pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan.

 

“Selain itu, kami juga menyoroti peran industrialisasi sebagai driver pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai melakukan One on One Meeting dengan Dirjen UNIDO Li Yong di sela kunjungan kerja mewakili Presiden RI pada kegiatan Global Manufacturing and Industrialisation Summit (GMIS) 2017 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (27/3).

 

Menurut Menperin, pembahasan tersebut sekaligus menindaklanjuti kesepakatan proyek kerja sama yang tertuang dalam UNIDO-Indonesia Country Programme (ICP) 2016-2020. Misalnya, untuk penerapan prinsip industri hijau, upaya bersama yang akan dilakukan seperti mempromosikan efisiensi energi pada industri kecil dan menengah di Indonesia.

 

Sementara itu, untuk memacu kapasitas industri nasional, Indonesia diharapkan mampu beralih dari jualan komoditi mentah menjadi ekspor produk manufaktur.

 

Baca juga: BPS Catat Kenaikan Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur

 

Sebagai informasi, jika dilihat dari data BPS, sepanjang tahun 2016, industri pengolahan non-migas secara kumulatif tumbuh sekitar 4,42 persen dengan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional mencapai 18,20 persen atau sumbangan tertinggi dibandingkan sektor lainnya. Pada tahun 2017, industri pengolahan non-migas diproyeksikan tumbuh di kisaran 5,2-5,4 persen dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1-5,4 persen.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Jokowi-Maruf Amin Baru dilantik Sudah Punya PR...

Usai pelantikan presiden dan wakil presiden RI 2019 – 2024, Jokowi dan Ma’ruf Amin selak...

Kemenperin Bangun Politeknik Industri...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Asosiasi dan Industri Petrokimia siap membangun Polite...

Industri Manufaktur Mampu Menyerap 18,25 Juta...

Industri manufaktur mampu menyerap 18,25 juta tenaga kerja terampil di tahun 2018. Jumlah ini mampu ...

Perusahaan Manufaktur