loader

Indonesia Punya Potensi Besar Menjadi Basis Produksi Alat Telekomunikasi Kelas Dunia

25 September 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi basis produksi alat telekomunikasi kelas dunia. Hal ini lantaran para produsen melihat pasar dalam negeri cukup signifikan untuk mengembangkan bisnis ini, serta adanya bantuan dari pemerintah untuk menciptakan kondisi iklim usaha yang kondusif.

 

Kemeperin mencatat, industri telekomunikasi dan informatika (telematika) dalam negeri mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hingga tahun 2016, terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek dan 37 pemilik merek baik global maupun nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp7 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13 ribu orang.

 

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan pihaknya terus mendorong para pabrikan produk telekomunikasi di Tanah Air agar semakin meningkatan daya saing sehingga mampu berkompetisi dengan barang-barang impor. Salah satu langkahnya melalui penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

 

Peraturan tersebut merupakan pengembangan dari regulasi sebelumnya, Permenperin No.65/2016. Dengan tujuan untuk mendukung pengembangan produk software lokal, serta menumbuhkan pusat inovasi baru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam negeri.

 

Berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna smartphone di Indonesia akan tumbuh dari 55 juta orang pada tahun 2015 menjadi 92 juta orang tahun 2019. Sedangkan, merujuk data Gesellschaft für Konsumforschung (GfK), pada tahun 2015 penjualan smartphone di Indonesia mencapai 32,14 juta unit dan meningkat sebesar 2,9 persen atau menjadi 33,07 juta unit tahun 2016. Nilai penjualan smartphone terjadi peningkatan sebesar 11,3 persen pada tahun 2016, di mana nilai penjualan tahun 2015 sebesar Rp62 triliun menjadi Rp69 triliun tahun 2016.

 

Dalam upaya melindungi industri dan konsumen dalam negeri, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan Qualcomm untuk menghambat impor dan memberantas peredaran ponsel ilegal di Tanah Air.

 

Selain itu, guna meningkatkan daya saing dan produktivitas, Kemenperin mendorong pula melalui program pendidikan vokasi industri.

Berita Manufaktur Terkait

Indonesia – Malaysia...

Indonesia – Malaysia perkuat kerjasama di bidang otomotif. Langkah ini diambil untuk memperdal...

Baca selengkapnya..

Pabrik Baru Krakatau...

Selasa, 7 Agustus 2018, pabrik Galvanizing, Annealing and Processing Line (GAPL) PT. Krakatau Nippon...

Baca selengkapnya..

Produksi Industri Kulit...

Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur