loader

Kemenperin Menargetkan Manufaktur Tumbuh 5,4% di Tahun 2017

28 December 2016 | Author : Manufakturindo
image berita
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan, subsektor industri yang diprediksi akan tumbuh paling tinggi dan menjadi penggerak utama pertumbuhan industri pengolahan non-migas masih disumbang oleh industri makanan dan minuman.

 

"Pemerintah optimistis bahwa kondisi perekonomian nasional akan lebih stabil dan membaik sehingga menumbuhkan iklim investasi yang kondusif bagi sektor industri. Selain itu, perhatian Pemerintah yang tinggi terhadap pengembangan SDM industri juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing, eflsiensi dan produktivitas di sektor industri," kata Airlangga.

 

Tantangan selanjutnya, kata dia adalah pengamanan dalam negeri dan peningkatan produktivitas tenaga kerja, terutama untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Untuk mengamankan pasar dalam negeri, Kemenperin mengusulkan pembatasan pelabuhan impor dan melakukan standardisasi untuk produk yang beredar di Indonesia.

 

“Usulan ini sedang dibahas di Kemenko Perekonomian dan Kementerian Perdagangan, masih belum diputuskan,” kata Airlangga.

 

Pengamanan pasar dalam negeri menurut Airlangga, perlu dilakukan, karena mencerminkan daya tahan perekonomian nasional. Daya beli masyarakat harus naik, sehingga konsumsi dan produksi akan naik. Saat ini, impor TPT melampaui kebutuhan sesungguhnya, karena kebijakan terlalu terbuka.

Berita Manufaktur Terkait

Pendaftaran CPNS...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi membuka pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ...

Baca selengkapnya..

Nilai Investasi Pabrik...

PT Propan Dekorindo Raya, anak perusahaan PT Propan Raya terus mengembangkan bisnisnya di tanah air....

Baca selengkapnya..

Industri Makanan Dan...

Industri makanan dan minuman masih menjadi kontributor pendapatan negara tertinggi di sektor manufak...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur