loader

Industri Mainan Dalam Negeri Mampu Bersaing Di Kancah Global

07 December 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Industri mainan dalam negeri kian tahun terus menunjukan perkembangan yang positif, khususnya di kancah global. Hal ini terbukti dari jumlah nilai ekspor yang semakin tinggi setiap tahunnya. Produk mainan dalam negeri diklaim memiliki kualitas terbaik dan mampu bersaing di pasar dunia.

 

“Kami memberikan apresiasi kepada PT Mattel Indonesia dalam pengembangan industri mainan di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1992. Ini menunjukkan kepercayaan Mattel terhadap iklim investasi di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peringatan Ulang Tahun ke-25 PT Mattel Indonesia di Cikarang, Bekasi, Senin (4/11).

 

Menperin mengapresiasi kinerja PT Mattel Indonesia, karena berkat penyerapan jumlah tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang dengan nilai ekspor dalam kurun lima tahun terakhir rata-rata di atas USD150 juta per tahun.

 

Selain itu, Menperin mengaku sangat bangga karena Indonesia adalah produsen boneka merek Barbie terbesar di dunia yang dihasilkan PT Mattel Indonesia. Perusahaan ini memasok 60 persen ke seluruh pasar global atau telah mengungguli produksi China. Menariknya lagi, Indonesia memiliki pabrik mobil mainan dengan kapasitas produksi yang cukup besar dengan mencapai 50 juta unit per tahun.

 

Tak cuma dari segi jumlah produksinya yang mencengangkan, Airlangga menuturkan pabrik ini juga sudah mengaplikasikan sistem kerja di era Industry 4.0. Revolusi industri ke-4 merupakan tahap perkembangan industri saat ini yang menggabungkan tenaga manusia, robot dan teknologi informasi dalam proses produksinya.

 

“Tidak hanya mampu memproduksi mainan Barbie maupun Hot Wheels, tetapi perusahaan ini juga memiliki kemampuan engineering dan inovasi yang luar biasa. Di mana, engineer nasional di sini sudah bisa membuat mesin-mesin yang presisi. Artinya, kekuatan manufacturing di sini berbasis talenta lokal. Apalagi, hari ini di-launch Barbie Batik, menunjukkan Mattel akan mem-branding produk asli Indonesia,”paparnya.

 

Di samping itu, Menteri Airlangga mengucapkan terima kasih atas partisipasi PT Mattel Indonesia dalam program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan industri. Upaya ini seiring langkah pemerintah membentuk tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan industri, khususnya di industri mainan yang memiliki keunikan sehingga membutuhkan keahlian khusus.

Berita Manufaktur Terkait

Kondisi Industri...

Kondisi industri manufaktur nasional menjelang akhir tahun 2017 diklaim membaik dibandingkan bulan-b...

Baca selengkapnya..

Gratis Tiket Masuk Di Solo...

Solo Raya Job Fair 2017 merupakan bursa kerja terbesar dan pertama kalinya digelar di Solo Raya. Job...

Baca selengkapnya..

Tahun 2018, Industri...

Beberapa tahun belakangan, pertumbuhan industri makanan dan minuman terus mengalami peningkatan sign...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur