loader

Industri Makanan Dan Minuman Masih Jadi Kontributor Pendapatan Tertinggi

29 August 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Industri makanan dan minuman masih menjadi kontributor pendapatan negara tertinggi di sektor manufaktur. Tahun ini saja, industri makanan dan minuman terus mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Bahkan di triwulan II tahun 2017, industri mamin tercatat mengalami peningkatan sebesar 7,19 persen. Capaian tersebut turut berperan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas yang mencapai 34,17 persen atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

 

”Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 258,7 juta orang merupakan pasar yang sangat menjanjikan. Apabila para pelaku industri makanan dan minuman memanfaatkan potensi tersebut, maka akan tumbuh lebih baik lagi. Selain itu juga perlu membidik peluang pangsa ekspor,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di Jakarta, Sabtu (12/8).

 

Menurut Panggah, industri makanan dan minuman nasional telah memiliki daya saing yang unggul di kancah internasional. Hal ini terlihat dari sumbangan nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari - Juni 2017 yang mencapai USD 15,4miliar. Kinerja ini mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar USD 4,8 miliar.

 

Kemenperin Lanjutkan Program Link And Match Antara SMK Dengan Industri

 

Panggah juga mengungkapkan, beberapa perusahaan makanan dan minuman baik yang skala besar maupun sedang telah berminat untuk mengembangkan bisnisnya dengan menanamkan investasi baru. Jika dilihat dari realisasi investasi industri makanan pada semester I tahun 2017 mencapai Rp 21,6 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar USD 1,2 miliar. Capaian tersebut meningkat dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016 untuk PMDN mencapai Rp 16,6 triliun dan PMA sebesar USD 988 juta.

 

“Selain berperan aktif dalam upaya penciptaan iklim investasi yang kondusif, Kemenperin juga terus memfasilitasi promosi produk industri makanan dan minuman nasional baik di dalam maupun luar negeri guna meningkatkan pertumbuhan industri strategis ini,” papar Panggah.

 

Misalnya mengikutsertakan pada ajang Jakarta International Food Expo (JIFEX) 2017. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 10 - 12 Agustus 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta ini diikuti lebih dari 1.000 peserta. JIFEX 2017 menjadi one stop event bagi para stakeholders industri makanan dan minuman untuk membahas isu terkini, berbagi pengetahuan hingga mempromosikan produk dan mengembangkan networking.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Kemenperin Bangun...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Asosiasi dan Industri Petrokimia siap membangun Polite...

Baca selengkapnya..

Industri Manufaktur Mampu...

Industri manufaktur mampu menyerap 18,25 juta tenaga kerja terampil di tahun 2018. Jumlah ini mampu ...

Baca selengkapnya..

Kinerja Ekspor Mebel Dan...

Kinerja ekspor produk mebel dan kerajinan kayu nasional periode Januari – Oktober 2018 capai U...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur