loader

Industri Makanan dan Minuman Terpantau Aman

25 April 2016 | Author : Manufakturindo
image berita
Sektor industri manufaktur di beberapa bidang memang sempat mengalami pasang surut dari tahun ke tahun. Namun, lain halnya yang terjadi dengan industri manufaktur di sektor makanan dan minuman (biasa disingkat mamin).

 

Industri makanan dan minuman diyakini akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya tingkat konsumsi dan arus deras ekspordi bidang makanan dan minuman. Industri mamin juga dapat dikatakan sebagai lokasi strategis dalam berbisnis, sehingga dari tahun ke tahun pendapatan negara yang diperoleh dari industri mamin terpantau aman.

 

 

Baca juga: Sambut Baik Bangkitnya Industri Otomotif Tanah Air

 

 

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah, ini menjadikan bahan baku untuk komoditi sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Populasi penduduk Indonesia juga terbilang padat, hal ini mengakibatkan kebutuhan akan pangan senantiasa dinanti dan akan terus dibutuhkan.

 

Hal tersebut menjadikan jumlah investor asing kian bertambah. , Parainvestor asing ini melihat besarnya potensi investasi di bidang mamin di Indonesia. Terhitung beberapa pelaku industri mamin tengah mempersiapkan ekspansi,baik itu pembangunan pabrik, penambahan teknologi canggih, juga penambahan jumlah produk yang akan di ekspor.

 

Segala kegiatan di industri makanan minuman mendapat dukungan penuh dari Menteri Perindustrian. Ini seperti yang diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, "Peningkatan ekspor manufaktur sekitar 3 persen pada Maret, seperti data BPS, kami lihat sebagai tanda-tanda industri bertumbuh dengan tren ke arah positif,".

 

 

Baca juga: Suzuki Donasikan Rp 4.2 Milyar untuk Pendidikan

 

 

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri manufaktur nonmigas Indonesia tahun 2015 tumbuh 5,04 persen. Angka tersebut lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional 4,79 persen”.

 

Menurut Saleh, pemberian kemudahan berinvestasi diperlukan untuk memacu penanaman modal di dalam negeri. Apalagi, pasar Indonesia cukup besar, mencapai sekitar 41 persen dari total pasar Asia Tenggara. Hal ini menjadikan para pelaku lokal yang bergerak di bidang industri makanan minuman harus segera berbenah karena persaingan semakin ketat, dan masyarakat membutuhkan produk yang berkualitas dan higienis.

 

Ditargetkan pula, kedepannya akan diberlakukan penerapan SNI untuk makanan dan minuman, demi menjamin perusahaan menggunakan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan serta distribusi secara aman dan tidak merugikan para konsumen.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Tahun Ini, Jumlah Ekspor Produk Industri...

Tahun ini, jumlah ekspor produk industri manufaktur nasional naik sebesar USD63,01 miliar atau naik ...

Nilai Investasi Pembangunan Gedung Vokasi Pulp...

Minggu, 21 Januari 2018, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto, berkesempatan menghadi...

Kondisi Industri Manufaktur Nasional Membaik

Kondisi industri manufaktur nasional menjelang akhir tahun 2017 diklaim membaik dibandingkan bulan-b...

Perusahaan Manufaktur