loader

Industri Manufaktur Indonesia Menempati Peringkat Keempat Dunia Versi UNSD

27 October 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Industri manufaktur Indonesia menemapati peringkat keempat dunia versi United Nations Statistic Division (UNSD). Berdasarkan data yang dirilis UNSD tahun 2016, Indonesia menempati peringkat keempat dari 15 negara yang industri manufakturnya memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari 10 persen. Indonesia mampu menyumbangkan hingga mencapai 22 persen PDB setelah Korea Selatan (29 persen), Tiongkok (27 persen), dan Jerman (23 persen).

 

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, kontribusi industri manufaktur Indonesia terhadap PDB bisa lebih dari 20 persen, salah satu faktornya adalah kebijakan yang berlaku di negara tersebut dalam mendorong sektor manufaktur. Dari 15 negara yang disurvei, rata-rata kontribusinya hanya 17 persen. Inggris menyumbangkan sekitar 10 persen, sedangkan Jepang dan Meksiko di bawah Indonesia dengan capaian kontribusinya 19 persen.

 

Dengan kekayaan potensi sumber daya alam (SDA) yang ada di Indonesia, Airlangga mengingatkan bahwa semua pihak dapat memanfaatkan SDA yang ada di dalam negeri demi kemakmuran rakyat Indonesia.

 

Hingga saat ini, Kementerian Perindustrian fokus memacu program hilirisasi industri karena membawa efek yang luas bagi perekonomian seperti peningkatan terhadap nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa melalui ekspor.

 

“Infrastruktur energi juga menjadi mutlak bagi peningkatan daya saing dan produktivitas industri,” ungkap Airlangga.

 

Di samping itu, Pemerintah telah berkomitmen dan sedang merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW). Sebesar 25 persen dari target tersebut atau sekitar 8.800 MW, diupayakan dari energi terbarukan.

 

Berdasarkan laporan World Bank mengenai Global Ease of Doing Business 2017, Indonesia mengalami kenaikan dari peringkat 106 di tahun 2016 menjadi peringkat 91 tahun 2017. Bahkan, UNIDO mencatat, daya saing Indonesia di posisi ke 9 pada tahun 2016 dengan nilai tambah industri sebesar 225,67 miliar dolar AS, dan pangsa pasar meningkat menjadi 1,83 persen. Sedangkan, merujuk data World Economic Forum terkait Global Competitiveness Index 2017-2018, memperlihatkan daya saing Indonesia secara global tahun ini berada pada posisi ke-36 dari 137 negara atau naik lima peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menduduki posisi ke-41.

Berita Manufaktur Terkait

100 Persen Lulusan AK...

Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Solo (AK Tekstil Solo) resmi mewisuda angkatan...

Baca selengkapnya..

Pertumbuhan Industri Mamin...

Pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) pada triwulan III tahun 2017 ini mengalami peningka...

Baca selengkapnya..

Industri Manufaktur Jadi...

Industri manufaktur tanah air beberapa tahun belakangan terus menunjukkan perkembangan positif. Indu...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur