loader

Industri Manufaktur Jadi Kontributor Pajak Tertinggi

01 November 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Industri manufaktur tanah air beberapa tahun belakangan terus menunjukkan perkembangan positif. Industri manufaktur pun dinilai menjadi salah satu sektor strategis karena memiliki peran penting, dalam pembangunan nasional dan turut memacu pertumbuhan ekonomi. Manufaktur juga tidak hanya menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), namun juga mampu menjadi kontributor pajak tertinggi.

 

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, nilai penerimaan pajak dari sektor industri hingga triwulan III tahun 2017 mencapai Rp224,95 triliun atau tumbuh 16,63 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

 

“Ini menunjukkan kinerja industri pengolahan nasional masih positif,” tegas Airlangga.

 

Para pelaku usaha pun diharapkan dapat memanfaatkan berbagai paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan oleh pemerintah dan bertujuan untuk kemudahan dalam menjalankan bisnis di Tanah Air.

 

Kementerian Perindustrian juga menyatakan, pembangunan sektor industri bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan secara mandiri oleh satu atau dua lembaga, tetapi membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentinganmulai hulu sampai hilir.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pengolahan non-migas memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional pada triwulan II tahun 2017 dengan mencapai 17,94 persen. Sumbangan sektor lainnya, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan sekitar 13,92 persen, konstruksi 10,11 persen, serta pertambangan dan penggalian 7,36 persen.

 

Kementerian Perindustrian juga terus mendorong industri manufaktur agar tidak hanya membidik pasar domestic saja, tetapi juga harus menangkap peluang pangsa di luar negeri.

 

“Kami berharap, daya beli masyarakat semakin meningkat. Pasalnya, volume industri saat ini terbantu dengan pasar ekspor,” tutur Airlangga.

 

Pada semester I tahun 2017,ekspor industri pengolahan non-migas mencapai USD59,78 miliar atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar USD54,32 miliar. Ekspor industri pengolahan non-migas ini memberikan kontribusi sebesar 74,76 persen dari total ekspor nasional pada semester I/2017 yang mencapai USD79,96 miliar.

Berita Manufaktur Terkait

100 Persen Lulusan AK...

Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Solo (AK Tekstil Solo) resmi mewisuda angkatan...

Baca selengkapnya..

Pertumbuhan Industri Mamin...

Pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) pada triwulan III tahun 2017 ini mengalami peningka...

Baca selengkapnya..

Industri Manufaktur...

Industri manufaktur Indonesia menemapati peringkat keempat dunia versi United Nations Statistic Divi...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur