loader

Jumlah Impor Turun, Produksi Ponsel Dalam Negeri Naik

21 February 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Pemerintah telah melakukan berbagai hal positif untuk menekan nilai impor, dan berusaha meningkatkan produksi ponsel dalam negeri. Perkembangan ke arah positif tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah produksi selama lima tahun terakhir.  

 

“Meningkatnya produksi ponsel di Indonesia, antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (17/2).

 

Menurut Kementerian Perindustrian pada tahun 2013, impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai sebesar USD3 miliar. Sedangkan, produksi dalam negeri sekitar 105 ribu untuk dua merek lokal. Akhirnya, pemerintah mengeluarkan regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produktivitas di dalam negeri.

 

Hasilnya terlihat pada tahun 2014. Impor ponsel mengalami penurunan menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit. Kemudian, tahun 2015, produk impor menurun hingga 40 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 37 juta unit dengan nilai USD2,3 miliar. Sedangkan, produksi ponsel di dalam negeri semakin meningkat sebesar 700 persen dari tahun 2014, menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.

 

Tahun 2016, produk impor ponsel menurun kembali sekitar 36 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai USD775 juta. Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat sebesar 36 persen dari tahun 2015, menjadi 68 juta unit.

 

“Dan tahun 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di antaranya adalah merek lokal,” ungkap Menperin.

 

Kesebelas merek lokal tersebut, yaitu SPC, Evercoss, Elevate, Advan, Luna, Andromax, Polytron, Mito, Aldo, Axioo, dan Zyrex. Produk nasional ini telah memiliki branding kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas.

 

“Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita patut bangga terhadap produk ponsel yang dihasilkan industri dalam negeri,” tegas Airlangga. Bahkan, semakin meningkatnya kemampuan daya saing ponsel nasional, akan menguatkan citra positif dan popularitas produk tersebut di mata konsumen domestik dan internasional.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Kinerja Ekspor Mebel Dan...

Kinerja ekspor produk mebel dan kerajinan kayu nasional periode Januari – Oktober 2018 capai U...

Baca selengkapnya..

Cara Kemenperin Optimalkan...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah melakukan optimalisasi industri furnitur tanah air. Pa...

Baca selengkapnya..

Cintai Produk Dalam Negeri...

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengampanyekan aksi cintai produk da...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur