loader

Kemenperin Berharap Kemenkeu Loloskan Beleid Insentif Pajak Industri

17 May 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Kementerian Perindustrian masih mengharapkan agar Kementerian Keuangan mau memberikan insentif tipe super deductible tax sesuai yang mereka usulkan. Menurut Kemenperin, ini penting dilakukan agar investor di Indonesia tidak berpindah ke negara lain yang menerapkan insentif lebih besar.

Lewat super deductible tax, pemerintah memberikan wewenang kepada perusahaan dalam menentukan biaya kegiatan R&D dan vokasi yang lebih tinggi dari pada seharusnya ketika melaporkan pajak. Dengan cara ini, perusahaan dapat menikmati pajak yang lebih rendah daripada seharusnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara mengatakan pada dasarnya Kemenkeu menyetujui usulan pemberian insentif perpajakan untuk industri yang melakukan investasi di sektor vokasi dan research and development (R&D). 

Hanya saja, hingga saat ini Kemenkeu masih memperdalam kajian beleid tersebut. Beberapa hal yang menjadi bahan kajian antara lain persentase dan mekanisme pemberian insentif, walaupun Kemenperin telah memberikan usulan super deductible tax sebesar 200% untuk vokasi dan 300% untuk R&D.

Menurutnya super deductible tax harus di atas 100%, paling tidak 200% dan 300%, karena negara lain rata-rata di angka 200%. Bila di bawah angka tersebut, sama saja, investor bisa lari dan pindah ke negara lain yang insentifnya di angka 200% ke atas.

Hal lain yang masih dalam pembahasan kemenperin dan kemenkeu adalah masalah pengawasan dan verifikasi kegiatan R&D. Pemerintah merasa perlu memastikan kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan telah memenuhi persyaratan sebelum diberikan insentif super deductible tax.

Menurutnya, harus ada lembaga yang melakukan assessment. Kemenperin juga mengajukan diri sebagai Lembaga yang akan menilai bahwa kegiatan yang dilakukan perusahaan merupakan kegiatan R&D atau bukan.

Ngakan memperkirakan beleid insentif perpajakan tersebut paling cepat akan dirilis pada bulan Juni tahun ini. Airlangga menyatakan saat ini masih dibahas definisi tentang research and development (R&D), dan apabila sudah selesai semua maka beleid tersebut bisa segera diluncurkan. 

Besaran tarif yang diusulkan oleh kemenperin ini menjadi pembahasan yang cukup hangat karena Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mempertimbangkan besaran tax deduction hanya sekitar 100%.

Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menilai super deductible tax harus di atas 100% karena rata-rata negara di Asean memberikan insentif hingga 200%.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Investasi Modal Di Sektor...

Perkembangan industri manufaktur pada semester I tahun 2018 mencatatkan hasil positif. Menurut hasil...

Baca selengkapnya..

Pabrik Baru Krakatau...

Selasa, 7 Agustus 2018, pabrik Galvanizing, Annealing and Processing Line (GAPL) PT. Krakatau Nippon...

Baca selengkapnya..

Produksi Industri Kulit...

Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur