loader

Kemenperin Kolaborasikan Lintas Sektor untuk Wujudkan Era Industri 4.0

24 April 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Kementrian Perindustrian bisa dibilang menjadi kementrian yang sangat penting bagi Indonesia, tak lain karena peran industri untuk ekonomi Indonesia sangatlah besar. Maka tak heran bila Kemenperin terus-menerus mendorong perkembangan di berbagai sektor industri.

 

Salah satu yang saat ini ingin diwujudkan adalah Industri 4.0. Pemerintah melalui Kemenperin berupaya keras untuk membangun ekosistem inovasi. Ekosistem inovasi sendiri dinilai sebagai langkah tepat dalam usaha mengimplementasikan revolusi industri keempat yang sesuai dengan Roadmap Making Indonesia 4.0.

 

Untuk mewujudkan ekosistem inovasi, pemerintah mengajak serta beberapa sektor dan melibatkan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. Sinergi lintas sektor ini diharapkan bisa mewujudkan tujuan dari Roadmap Making Indonesia 4.0, yang salah satunya adalah menjadikan Indonesia berada di 10 besar ekonomi terkuat dunia di tahun 2030.

 

Ngakan Timur Antara yang merupakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) mengatakan bahwa Kemenperin telah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai leading ministry untuk menyiapkan strategi implementasi industri 4.0.

 

Pelaksanaan riset, rekayasa engineering, pengajuan paten, hingga komersialisasi hasil riset harus dilakukan bersama-sama dengan seluruh pihak yang berkepentingan. Untuk itu, Kemenperin melalui BPPI terus melakukan sosialisasi dan diskusi dengan berbagai pihak mengenai tujuan ini.

 

Salah satunya adalah talkshow dan forum diskusi dengan pembicara dari pihak kementrian dan Lembaga terkait, pemerintah daerah, perusahaan dan asosiasi industri, serta akademisi. Talkshow dan diskusi tersebut dilaksanakan di Bogor pada tanggal 23 April 2018.

 

“Kami juga menghadirkan para narasumber dari pakar dan penyedia teknologi,” tutur Ngakan.

 

Adapun pakar teknologi digital yang dihadirkan yaitu Onno W. Purbo dan Adi Indrayanto. Adapula stakeholder teknologi yang diundang sebagai pembicara, antara lain BPPT, Microsoft Indonesia, Schneider Indonesia, Indolakto, Unilever, Chandra Asri, Ecogreen Oleochemical, Sritex, Astra Otoparts, Samsung Indonesia serta Evercoss.

 

“Konsultan global AT Kearney dan McKinsey, juga akan berpartisipasi dalam acara tersebut,” ungkapnya.

 

Dalam talkshow dan forum diskusi tersebut, ditandatangani pula nota kesepahaman (MoU) antara lembaga litbang di bawah BPPI dengan beberapa industri, misalnya, Balai Besar Keramik (BBK) dengan PT Sigma Mitra Sejati dan PT Antam Tbk terkait pemanfaatan bone ash sintetis dan cupel, kemudian Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand Industri) Surabaya dengan PT Hartano Istana Teknologi dan PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing Indonesia dalam rangka kerja sama litbang di bidang rancang bangun dan standardisasi peralatan elektronika dan telematika, serta Baristand Industri Bandar Lampung dengan PT Tedco Agri Makmur dalam bidang perekayasaan modul sensor berbasis modbus TCP Protokol industri tapioka.

 

Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut Kemenperin juga memamerkan hasil litbang terkait Industri 4.0 dan menampilkan lima industri yang telah ditetapkan sebagai sektor prioritas dalam implementasi Industri 4.0 pada tahap awal, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, kimia, elektronika, dan otomotif.

 

Menurut Ngakan, implementasi industri 4.0 akan berdampak besar dalam dunia manufaktur Indonesia, terutama dalam hal penguatan posisi net export, peningkatan produktivitas terhadap biaya, dan membangun kemampuan inovasi lokal.

 

Untuk itu, dalam upaya mewujudkan ekosistem inovasi, pemerintah mengharapkan adanya partisipasi dari Lembaga litbang di seluruh Indonesia, dan BPPI sebagai penyokong utama bagi terbentuknya ekosistem inovasi tersebut, untuk mampu melahirkan riset-riset berkualitas dan memberi manfaat bagi perindustrian nasional.

Berita Manufaktur Terkait

Indonesia – Malaysia...

Indonesia – Malaysia perkuat kerjasama di bidang otomotif. Langkah ini diambil untuk memperdal...

Readmore..

Pabrik Baru Krakatau...

Selasa, 7 Agustus 2018, pabrik Galvanizing, Annealing and Processing Line (GAPL) PT. Krakatau Nippon...

Readmore..

Produksi Industri Kulit...

Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan...

Readmore..

Perusahaan Manufaktur