loader

Kemenperin Lanjutkan Program Link And Match Antara SMK Dengan Industri

02 August 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali melanjutkan program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri. Program ini merupakan suatu langkah untuk menjadikan para lulusan SMK memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini.

 

“Kami mendorong pendidikan kejuruan ini untuk diubah sistemnya, dari yang awalnya menitik beratkan ke pelajaran umum, menjadi spesialis. Jadi, siswa itu nanti belajar 50 persen di kelas dan 50 persen di industri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (27/7).

 

Menperin menjelaskan, saat ini lulusan dari sekolah tingkat menengah di Indonesia mencapai 3,3 juta siswa, sementara perguruan tinggi yang ada hanya mampu menyerap sebanyak 1,7 juta siswa. Sisanya? Terdapat sekitar 1,6 juta siswa harus diarahkan untuk masuk ke pasar kerja, agar tidak menambah tingkat pengangguran.

 

Menurut Airlangga, kondisi ini terjadi karena fasilitas dan peralatan praktik yang dimiliki rata-rata SMK di Indonesia masih tertinggal. Melalui program link and match yang digagas Kemenperin, diharapkan para siswa SMK bisa belajar secara langsung dengan fasilitas produksi terkini.

 

“Misalnya di industri otomotif, para siswa SMK akan diajarkan mengenai pengelasan dan permesinan. Dan, untuk industri pertokimia, tentunya siswa SMK dari program studi kimia. Jadi sesuai,” imbuhnya.

 

Di dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri, disebutkan bahwa industri dapat membina sebanyak lima SMK di wilayahnya, dan setiap SMK bisa dibina lebih dari satu industri.

 

Sejauh ini, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri untuk wilayah Jawa Timur serta wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kedepannya, program ini akan terus diluncurkan ke seluruh provinsi di Indonesia.

 

Jumat, 28 Juli 2017, Kemenperin akan meluncurkan kembali program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri untuk wilayah Jawa Barat, di Cikarang. “Pada tahap ketiga ini, kami akan melibatkan sebanyak 140 perusahaan dengan 409 SMK,” ujar Airlanga.

 

Dalam kegiatan ini akan dilakukan penandatanganan sebanyak 780 perjanjian kerja sama, karena beberapa SMK dibina oleh lebih dari satu industri, sesuai dengan program keahlian yang dimiliki.

 

“Pada tahun 2019, kami menargetkan program pendidikan vokasi industri ini akan melibatkan sebanyak 1.775 SMK dan 355 perusahaan dengan perkiraan jumlah lulusan tersertifikasi yang dihasilkan sebanyak 845.000 orang,” tutur Airlangga.

Berita Manufaktur Terkait

Job Market Fair Kediri -...

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi - UPT Pelatihan Kerja Ked...

Baca selengkapnya..

Indeks Manufaktur...

Indeks Manufaktur Indonesia (purchasing managers index/PMI) masih menunjukkan potensi perkembangan y...

Baca selengkapnya..

Dua Universitas Ini Gelar...

Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Unika Widya Mandala Surabaya akan menggelar job fair di bulan Ok...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur