loader

Kemenperin terus berupaya meningkatkan ekspor industri kecil menengah (IKM)

25 May 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Industri Kecil Menengah merupakan jenis industri yang turut menyumbang kemajuan dalam perekonomian nasional Indonesia. Maka tak heran bila IKM juga menjadi perhatian bagi Kemenperin. Salah satu yang menjadi fokus Kemenperin adalah meningkatkan ekspor dari Industri Kecil Menengah (IKM).

Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal IKM Kemenperin, mengatakan ada beberapa program yang dilakukan untuk meningkatkan ekspor IKM, yang antara lain adalah dengan memberikan bantuan bimbingan teknis terkait produksi dan pelatihan peningkatan dari sisi kemasan, dan restrukturisasi permesinan untuk IKM.

Sebagai contoh,  tepung pisang bebas gluten yang merupakan produk IKM dari Bantul yang berpotensi besar menembus pasar ekspor dan saat ini produksinya masih menggunakan mesin manual. Gati mengatakan nantinya  produk IKM tersebut akan diberikan bantuan untuk otomatisasi melalui program restrukturisasi mesin agar produsinya bertambah karena bahan bakunya murah.

Dalam program restrukturisasi, pemerintah memberikan fasilitas potongan sebesar 30% dari harga untuk mesin produk dalam negeri dan 25% dari harga untuk mesin produksi luar negeri. 

Gati juga menambahkan, para pelaku usaha IKM bisa mengajukan permohonan restrukturisasi mesin di tahun 2018 ini. Mesin yang diinginkan dianjurkan untuk dibeli menggunakan dana pribadi terlebih dahulu, baru kemudian mengajukan permohonan.

Bila mesin yang dibeli tidak ada dalam list petunjuk teknis dari Kemenperin, pengusaha dapat mengusulkan ke Kemenperin untuk memasukkan jenis mesin yang dibeli. Pihak ketiga kemudian akan memverifikasi pembelian mesin tersebut, apakah benar merupakan baru dan digunakan untuk produksi dan aspek lainnya.

Terhitung sejak tanggal 22 Mei hingga 25 Mei 2018, Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggelar pameran industri kreatif untuk IKM binaan Pemerintah Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Pameran berlangsung di Plasa Pameran Industri, Gedung Kemenperin, dan pada kesempatan tersebut ada 48 IKM binaan Pemkab Bantul menjadi peserta pameran dengan memamerkan beragam komoditas seperti batik, kulit, rajut, aksesori, makanan, dan lainnya.

Adapun, industri kerajinan mencatatkan nilai ekspor US$776 juta atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai US$747 juta.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Produksi Industri Kulit...

Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan...

Baca selengkapnya..

Cara Kemenperin Tingkatkan...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan daya saing indust...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur