loader

Kemenperin Terus Mendorong Investasi Industri Plastik dan Karet

03 May 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Kementerian Perindustrian menarik investasi untuk Industri Plastik dan Karet dalam negeri, dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan industri tersebut. Mulai dari sektor hulu sampai hilir, Kemenperin ingin memperkuat struktur manufaktur di jenis industri tersebut agar mampu meningkatkan nilai tambah serta mengurangi impor bahan baku.

Sekjen Kemenperin, Haris Munandar mengatakan bahwa industri plastik dan karet merupakan tulang punggung karena berkaitan dengan industri-industri lainnya, sehingga posisinya sangat tepat untuk menopang perekonomian nasional.

Untuk upayanya ini, maka pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi dan salah satunya adalah dengan menarik lebih banyak investor. Maka dari itu pemerintah juga menyiapkan beberapa strategi untuk menarik investor yakni dengan mengeluarkan berbagai macam program dan kebijakan yang strategis dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta memberikan kemudahan dalam urusan perizinan.

Adapun beberapa industri yang tergantung kepada industri plastik dan karet antara lain industri pangan, industri mesin, industri otomotif, dan industri elektronika. Berdasarkan UU Perindustrian dan RIPIN, pemerintah dan stakeholders bersinergi untuk memacu produktivitas dan daya saing industri tersebut.

Industri plastik dan karet diyakini cukup prospektif untuk berkembang di Indonesia. Potensi industri plastik nasional saat ini didukung oleh 925 perusahaan dengan total produksi hingga 4,68 juta ton per tahunnya, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 37.327 orang.

Haris berharap produk-produk plastik lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta mampu bersaing di pasar internasional kelak.

Khusus untuk karet, Indonesia dikenal sebagai penghasil karet alam dengan produksi mencapai 4 juta ton per tahunnya. Dengan lahan tanaman karet mencapai 3,5 juta hektar, maka produksi 4 juta ton ini masih bisa ditingkatkan lagi, dengan didukung program-program litbang oleh pemerintah, institusi Pendidikan maupun pihak swasta.

Menurut Haris, 80% produksi karet dalam negeri diimpor ke luar dan sisanya baru dipakai untuk kebutuhan dalam negeri. Produk ban merupakan komoditas andalan ekspor dimana 70% produksi ban diperuntukkan bagi pasar ekspor dengan nilai ekspor mencapai USD 1,5 miliar per tahunnya.

Untuk menghasilkan produk yang lebih berdaya saing, pemerintah selalu mendorong penerapan SNI (Standar Nasional Indonesia), penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta penguatan litbang (R&D).

Berita Manufaktur Terkait

Kemenperin Berharap...

Kementerian Perindustrian masih mengharapkan agar Kementerian Keuangan mau memberikan insentif ...

Readmore..

Kemenperin Kolaborasikan...

Kementrian Perindustrian bisa dibilang menjadi kementrian yang sangat penting bagi Indonesia, tak la...

Readmore..

Dorong Ekspor, Kemenperin...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia, terus berupaya mendorong keindahan budaya Indonesi...

Readmore..

Perusahaan Manufaktur