loader

Kolaborasi Kemenperin, Industri dan Perguruan Tinggi untuk Terapkan Hasil Litbang

06 March 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak serta beberapa industri dan perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah untuk menerapkan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Unit Pelayanan Teknis di bawah binaan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI).

 

Nantinya diharapkan Kemitraan semacam ini akan mampu melahirkan inovasi-inovasi produk manufaktur dalam negeri yang berdaya saing tinggi.

 

“Selain ditargetkan dapat menarik investasi baru ataupun mendongkrak ekspor nasional, kegiatan ini juga untuk memperluas usaha dengan mendorong peluang kerja sama antara industri besar dengan industri kecil dan menengah (IKM),” kata Kepala BPPI Ngakan Timur Antara.

 

Ia menambahkan, upaya tersebut telah dilaksanakan melalui penyelenggaraan acara Jaringan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Tahun 2018 di Semarang, 27 Februari 2018. Tak kurang dari 10 Nota Kesepahaman ditandatangani pada acara tersebut.

 

Kerja sama yang baru saja ditandatangani tersebut meliputi kegiatan penelitian dan pengembangan, pengujian, kalibrasi, pelatihan, sertifikasi, pencegahan pencemaran industri, audit industri, audit lingkungan dan pemetaan sosial antara Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang dengan PT. Ungaran Sari Garments.

 

Kemudian, ada pula sinergi perekayasaan bidang material teknik antara Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung dengan PT. Indratma Corporation, kerja sama penelitian karet pintar pengukur bobot kendaraan dengan teknologi Weigh-In-Motion (WIM) antara Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sebelas Maret.

 

Ngakan menekankan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut penting dilakukan karena berperan sebagai sarana transfer hasil-hasil litbang kepada pelaku industri mengenai teknologi terkini yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk-produk baru, yang bisa membawa dampak ekonomi di masyarakat.

 

Adapun manfaat lainnya dari kerja sama tersebut antara lain: dapat membentuk ekosistem inovasi bagi industri maupun bagi peneliti itu sendiri. Sinergi antara penghasil teknologi dengan perusahaan industri dalam pemanfaatan hasil-hasil litbang terus didorong dengan aktif. Kerja sama ini bisa memperluas kemitraan bagi Balai Besar maupun Balai Riset dan Standardisasi yang dimiliki oleh Kemenperin.

 

Mengenai kerjasama ini, Ngakan memberi contoh berupa hasil litbang Kemenperin yang telah dikembangkan bersama dengan industri, antara lain yaitu Balai Besar Tekstil (BBT) Bandung dengan PT. Rekadaya Multi Adiprima (RMA), yang berhasil mengembangkan prototipe panel pengendali kebisingan suara (noise pollution) dari serat alam. Selain itu, produk daur ulang limbah (recycle product) menggunakan kain nonsandang sabut kelapa sebagai covering fabric.

 

“Produk inovatif ini telah masuk ke pasar otomotif dan ini bukan sesuatu yang mudah karena produk tersebut harus melalui beberapa tahap pengujian. Yang tidak kalah penting lagi, produk ini harus diproduksi secara kontinyu untuk memenuhi permintaan,” ungkap Ngakan.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Investasi Modal Di Sektor...

Perkembangan industri manufaktur pada semester I tahun 2018 mencatatkan hasil positif. Menurut hasil...

Baca selengkapnya..

Indonesia – Malaysia...

Indonesia – Malaysia perkuat kerjasama di bidang otomotif. Langkah ini diambil untuk memperdal...

Baca selengkapnya..

Produksi Industri Kulit...

Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur