loader

Kosmetik Jadi Lini Bisnis Potensial Di Tanah Air

24 July 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Indonesia memiliki beragam industri bahan baku maupun industri olahan yang mampu berdaya saing di dalam dan di luar negeri. Tidak hanya industri otomotif, makanan minuman, fashion yang mulai memperlihatkan peningkatan yang signifikan, namun industri kosmetik juga tengah memperlihatkan perkembangan yang potensial.  

 

“Indonesia merupakan salah satu pasar produk kosmetik yang cukup potensial sehingga usaha ini dapat menjanjikan bagi produsen kita yang ingin mengembangkannya,” kata Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Kamis (19/7).

 

Menurut data Kemenperin, pada tahun 2017, industri kosmetik nasional tumbuh mencapai 6,35 persen dan naik menjadi 7,36 persen di triwulan I/2018.

 

“Artinya, kinerja sektor ini mampu di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan kami perkirakan sepanjang tahun 2018 bisa tembus hingga 7 persen, sejalan dengan pertumbuhan startup dan kebutuhan konsumen yang kian berkembang,” papar Sigit.

 

Di samping itu, di tahun 2017, jumlah industri kosmetik di dalam negeri bertambah sebanyak 153 perusahaan. Sehingga total saat ini mencapai lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95 persen industri kosmetik nasional merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM) dan sisanya industri skala besar.

 

Pada tahun 2017 pula, tercatat nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai USD516,99 juta, naik dibanding tahun 2016 sebesar USD470,30 juta. Kenaikan nilai ekspor ini lantaran adanya tren masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature), dimana mampu membuka peluang pengembangan produk kosmetik berbahan alami seperti produk spa yang berasal dari Bali.

 

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso meyakini, pasar produk kosmetik di Indonesia berpotensi terus tumbuh seiring dengan tren penggunaan yang semakin berkembang.

 

“Kalau sebelumnya hanya dua langkah, sekarang konsumen sudah banyak mengaplikasikan kosmetika 5-10 langkah, dimulai dari pembersih, serum, dan lain-lain,” ujarnya.

 

Sancoyo menambahkan jika produsen kosmetik di dalam negeri dituntut dapat memenuhi selera konsumen saat ini apabila tidak ingin kalah bersaing dengan produk impor.

Berita Manufaktur Terkait

Indonesia – Malaysia...

Indonesia – Malaysia perkuat kerjasama di bidang otomotif. Langkah ini diambil untuk memperdal...

Baca selengkapnya..

Pabrik Baru Krakatau...

Selasa, 7 Agustus 2018, pabrik Galvanizing, Annealing and Processing Line (GAPL) PT. Krakatau Nippon...

Baca selengkapnya..

Produksi Industri Kulit...

Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur