loader

Makarel Bercacing, Apiki Desak Pemerintah Bertindak

03 April 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Kasus cacing dalam ikan makarel kemasan kaleng yang terjadi di Jambi memang menggemparkan masyarakat. Bagaimanapun, cacing dalam ikan makarel yang baru terjadi selama puluhan tahun industri ikan kaleng berjalan ini sangat berpotensi meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap ikan kaleng buatan dalam negeri.

 

Keadaan ini membuat Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat, yakni dengan menyinergikan kebijakan lintas lembaga menyangkut isu cacing dalam ikan makarel kaleng untuk mencegah runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap ikan kaleng.

 

Lebih jelasnya, Apiki mengharap agar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian dan Menko Maritim untuk segera menyinergikan kebijakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan. Apiki khawatir industri pengalengan ikan bisa ambruk bila kasus ini tak segera diredam.

 

"Jika tidak dilakukan upaya meredam suasana dan memberi pencerahan masyarakat dengan cara terbaik, maka industri pengalengan ikan bakalan ambruk," kata Ketua Harian Apiki Ady Surya, Senin (2/4/2018).

 

Sejak dirintis pertama kali 48 tahun lalu (1970), Apiki menyebutkan tidak pernah sekalipun terjadi pengaduan risiko kesehatan akibat konsumsi ikan kaleng, apalagi yang sampai menimbulkan korban jiwa.

 

Yang perlu diketahui masyarakat dalam kasus ini adalah bahwa tidak semua ikan makarel kemasan kaleng terkontaminasi cacing, hanya merek tertentu saja. Kemudian, ikan sarden kaleng dan ikan tuna kaleng relatif masih aman dalam catatan BPOM kita.

 

Akibat adanya kasus cacing dalam ikan makarel kaleng ini, beberapa perusahaan ritel segera bertindak dengan menarik semua produk ikan kaleng dari rak toko, tak hanya makarel kaleng, ikan sarden dan tuna kaleng pun ikut ditarik dari rak toko dengan alasan tidak mau mengambil risiko. Bahkan ada yang bereaksi berlebihan dengan memutuskan hubungan bisnis dengan distributor ikan kaleng.

 

Kondisi seperti ini bila tidak ditangani bisa berujung pada hancurnya industri pengalengan ikan Indonesia. Padahal industri ikan kaleng selama ini telah berjasa dalam mengangkat Indonesia sebagai produsen ikan kaleng berkualitas dunia.

Berita Manufaktur Terkait

DUA PABRIK BARU SIDO...

Demi meningkatkan pendapatan dan kapasitas produksi, PT Sido Muncul Tbk siap mengoperasikan  du...

Readmore..

Kemenperin Pacu...

Hingga saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu peningkatan kapasitas produksi i...

Readmore..

Indonesia International...

Demi mengulang kesuksesan pameran di tahun sebelumnya, INAGRITECH kembali hadir dengan berbagai hal ...

Readmore..

Perusahaan Manufaktur