loader

Pabrik Baru Krakatau Nippon Steel Sumikin Cilegon Diresmikan

08 August 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Selasa, 7 Agustus 2018, pabrik Galvanizing, Annealing and Processing Line (GAPL) PT. Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) di Cilegon diresmikan. Peresmian pabrik baru yang menelan nilai investasi hingga USD 300juta ini diklaim dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 280 orang.

 

Dalam acara ini, turut hadir Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Harjanto mewakili Menteri Perindustrian.

 

Dalam sambutannya Harjanto mengatakan bahwa produk baja yang cukup banyak digunakan di sektor otomotif adalah jenis Hot Rolled Steel Coil (HRC), Cold Rolled Steel Coil (CRC), dan Galvanized Steel. Untuk itu, dengan beroperasinya pabrik PT. KNSS yang akan memproduksi CRC dan Galvanized Steel dengan kapasitas sebesar 480.000 ton per tahun, diharapkan terus mengurangi produk impor serupa.

 

Lebih lanjut beliau menambahkan, Kemenperin telah memiliki program dan kebijakan strategis dalam peningkatan daya saing industri baja domestik. Upaya yang dilakukan, di antaranya implementasi industri 4.0 agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Langkah ini juga menjadi kunci mendongkrak nilai tambah dan industri hilir yang berteknologi tinggi untuk kompetitif di global.

 

Selanjutnya, menyediakan pendidikan dan pelatihan yang link and match dengan dunia industri saat ini.

 

“Kami juga menerapkan persyaratan konten lokal dalam proyek infrastruktur serta mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk baja,” ungkap Harjanto. Saat ini, terdapat 28 SNI wajib untuk produk baja dalam rangka meningkatkan kualitas dan keamanan di industri baja domestik.

 

Direktur KNSS Djoko Muljono menyampaikan, sebagai produsen penghasil baja otomotif terkemuka di Indonesia dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, KNSS berkomitmen mendukung kemajuan industri baja di Indonesia.

 

KNSS pun optimis bahwa produk-produk yang dihasilkan akan dapat diterima baik oleh pasar domestik maupun luar negeri.

 

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah bertekad untuk melindungi pasar industri baja di dalam negeri dari serbuan produk impor seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di tingkat global. Untuk itu, diperlukan upaya sinkronisasi kebijakan yang berpihak kepada industri baja nasional mengingat potensi pasar domestik yang masih prospektif ke depannya.

 

Kemenperin pun mendorong percepatan pembangunan klaster industri baja, misalnya di Cilegon ini. Pabrik baru ini ditargetkan dapat memproduksi hingga 10 juta ton baja pada tahun 2025. Selain itu, klaster industri baja di Batulicin, Kalimantan Selatan dan Morowali, Sulawesi Tengah.

Berita Manufaktur Terkait

Produksi Industri Kulit...

Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan...

Baca selengkapnya..

Tahun 2018, Kemenperin...

Kementerian Perindustrian akan memacu pertumbuhan lima subsektor manufaktur tanah air di tahun 2018,...

Baca selengkapnya..

Cara Kemenperin Tingkatkan...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan daya saing indust...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur