loader

Pemerintah Siapkan Tiga Titik Pembangunan Kawasan Industri Petrokimia

11 October 2016 | Author : Manufakturindo
image berita
Pemerintah tengah mempersiapkan rencana pembangun tiga titik kawasan industri petrokimia baru. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berharap jika dengan adanya pembangunan ini mampu menarik penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri.

 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya memang tengah menyiapkan tiga titik yang bakal dijadikan pusat industri petrokimia di dalam negeri, yakni Bintuni Papua Barat, Donggi-Sonoro Sulawesi Tengah dan Masela Maluku.

 

Bagi Airlangga, pemilihan tiga titik lokasi tersebut karena adanya kedekatan kawasan dengan sumber bahan baku industri petrokimia yakni gas. Namun, khusus untuk Masela masih dalam tahap pengkajian dan belum diketahui waktu kapan pembangunan bisa dimulai.

 

“Kami harapkan investor bisa dari dalam negeri maupun dari luar negeri,” tutur Airlangga di Kantor Staf Presiden, Kamis (6/10/2016).

 

Sehubungan dengan rencana pembangunan tiga kawasan industri baru, beberapa saat yang lalu wacana terkait penurunan harga gas muncul. Penurunan harga gas mulai awal Januari 2017 bagi 10 sektor industri, dan satu kawasan industri dinilai akan mampu memicu minat investasi di sektor petrokimia dan amonia.

 

Staf Ahli Sumber Daya Industri Kementerian Perindustrian Dyah Winani Poedjiwati mengatakan sejak bergulirnya rencana pemerintah untuk menurunkan harga gas, pemerintah lalu mempersiapkan tiga proyek petrokimia dan ammonia yang direncanakan dibangun di beberapa lokasi.

 

"Pabrik amonia dan petrokimia berbasis gas di Teluk Bintuni, Banggai dan Masela," ujarnya dalam acara seminar Penurunan Harga Gas Industri untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

 

Pelaku usaha seperti PT Pupuk Indonesia dan Ferostaal siap membangun industri petrokimia dan olefin di Teluk Bintuni dengan nilai investasi sebesar US$4,12 miliar.

 

 

 Kawasan Industri Kendal Akan Segera Diresmikan

 

 

Sementara itu, di Banggai, Sulawesi Tengah, industri amonia yang menguncurkan nilai investasi sebesar US$ 744 juta dan diharapkan selesai pada 2017, karena saat ini telah memasuki tahap kontruksi. Kemudian, industri petrokimia yang siap terbangun di Masela dengan investasi sebesar US$3,9 miliar.

 

Menurutnya, pembangunan industri berbasis gas diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri di Indonesia Timur. Sebagai imbasnya, bisa memberi tambahan pendapatan daerah sebesar Rp590 miliar.

 

"Menambah pendapatan daerah Rp590 miliar. Diharapkan mendorong persebaran industri di Indonesia Timur." Ungkap Dyah.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Punya Tugas...

Setelah resmi dilantik sebagai Mendikbud bulan lalu, Nadiem Makarim sempat diragukan kemampuannya. B...

Jokowi-Maruf Amin Baru dilantik Sudah Punya PR...

Usai pelantikan presiden dan wakil presiden RI 2019 – 2024, Jokowi dan Ma’ruf Amin selak...

Kemenperin Bangun Politeknik Industri...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Asosiasi dan Industri Petrokimia siap membangun Polite...

Perusahaan Manufaktur