loader

Pertumbuhan Industri Mamin Triwulan III Naik 9.46 Persen

08 November 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) pada triwulan III tahun 2017 ini mengalami peningkatan. Jika dibandingkan dengan triwulan II, triwulan III mampu mengantongi peningkatan hingga 9.46 persen. Pertumbuhan industri mamin inipun dinilai menjadi kontributor tertinggi PDB manufaktur.

 

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), industri mamin mampu menyumbangkan PDB industri nonmigas pada triwulan III sebesar 34,95 persen atau tertinggi dibanding sektor lainnya, seperti industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik dengan kontribusi 10,46 persen, serta industri alat angkutan 10,11 persen.

 

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa industri mamin merupakan salah satu sektor yang strategis dan masih mempunyai prospek cukup cerah untuk ditumbuh kembangkan di Indonesia.

 

Kementerian Perindustrian mencatat, kontribusi tenaga kerja sektor industri didominasi oleh industri makanan sebanyak 3.316.186 orang atau sebesar 21,34 persen. Sementara itu, pada periode Januari-September 2017, nilai investasi industri mamin mencapai Rp27,9 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), sedangkan nilai investasi untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar USD1,4 miliar.

 

“Kami tengah memacu pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk di industri mamin nasional agar lebih berdaya saing di kancah global sehingga akan mendorong perluasan pasar ekspor,” ungkap Airlangga.

 

Pada periode Januari-September 2017, nilai ekspor produk mamin termasuk minyak kelapa sawit mencapai USD23,3 miliar, yang membuat neraca perdagangan menjadi positif.

 

Namun demikian, Menperin juga menyampaikan, guna mendongkrak kinerja industri mamin semakin gemilang, perlunya memanfaatkan potensi pasar dalam negeri.

 

“Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak 258,7 juta orang, menjadi pangsa pasar yang sangat menjanjikan,” tuturnya.

 

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan, proses hilirisasi meningkat bagus karena investasi di sektor ini lebih cepat. Selain itu, saat ini sudah mulai tumbuh beberapa industri intermediate seperti industri ekstraksi dan industri bahan tambahan pangan.

Berita Manufaktur Terkait

100 Persen Lulusan AK...

Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Solo (AK Tekstil Solo) resmi mewisuda angkatan...

Baca selengkapnya..

Industri Manufaktur Jadi...

Industri manufaktur tanah air beberapa tahun belakangan terus menunjukkan perkembangan positif. Indu...

Baca selengkapnya..

Industri Manufaktur...

Industri manufaktur Indonesia menemapati peringkat keempat dunia versi United Nations Statistic Divi...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur