loader

Produk Blackberry Rakitan Indonesia, Bagaimana Rasanya?

04 October 2016 | Author : Manufakturindo
image berita
Per tanggal 28 September 2016 lalu, perusahaan asal Kanada – Research In Motion (RIM), pemilik brand besar “Blackberry”, mengumumkan untuk berhenti memproduksi juga memperjualbelikan ponsel yang mendunia ini.

 

Keputusan besar ini diambil lantaran kerugian yang ditaksir mencapai 372 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,8 triliun, dalam kuartal kedua tahun fiscal yang berakhir pada 31 Agustus 2016. Walaupun memutuskan untuk berhenti, nyatanya pihak BlackBerry tengah mempersiapkan strategi untuk memastikan ponsel baru dengan brand yang sama tetap rilis di masa mendatang.

 

Salah satunya dengan menunjuk pihak ketiga di masing-masing Negara, dan Indonesia menjadi yang pertama.

 

 

Nissan Bangun Pabrik Ketiga di Purwakarta 

 

 

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. Sebagai perusahaan terpilih yang akan menjalankan bisnis BlackBerry kedepannya. Perusahaan afiliasi PT Telekomunikasi Indonesia ini akan memproduksi dan memasarkan produk BlackBerry.

 

Kerjasama antara BlackBerry dan Tiphone membuahkan hasil dengan membuat perusahaan joint venture yang dinamakan PT BB Merah Putih. Rencananya pabrik akan dibangun di Cikarang.

 

Dilansir dari laman KONTAN, "Pembentukan joint venture untuk mendukung regulasi pemerintah Indonesia yang mempromosikan pengembangan manufaktur produk lokal," kata Ralph Phini, Chief Operating Officer dan General Manager for Device Blackberry Limited, Kamis (29/9).

 

Dengan mendirikan perusahaan patungan, maka produk BlackBerry akan dirakit di Indonesia. "Kami akan menyediakan software untuk masuk ke dalam produk (perangkat BlackBerry). Jadi akan secara penuh mematuhi aturan lokal konten," tegas Phini.

 

Sekadar informasi, produsen yang dulu bernama Research In Motion (RIM) ini tertarik merakit ponsel di Indonesia, setelah melihat potensi pasar yang besar. "Indonesia secara historis merupakan pasar terbesar dan penting bagi kami. Kami memiliki strong presence di Indonesia," tandas Phini.

 

Tidak sekadar memproduksi BlackBerry, Tiphone nantinya mengemban tugas sebagai distributor resmi BlackBerry. "Tiphone akan menjadi distributor kami di pasar Indonesia," ujar Phini.

 

Meski demikian, BlackBerry mengaku tidak memiliki saham dalam PT BB Merah Putih. Perusahaan patungan tersebut hanya menjadi pihak ketiga bagi BlackBerry. "Kami tidak memiliki saham dalam perusahaan patungan tersebut. Kami hanya memberikan lisensi brand BlackBerry dan software kami kepada BB Merah Putih," jelas Phini.

 

Sayang, Phini tidak bisa mengungkapkan detail rencana produksi BlackBerry di Indonesia. Dia menandaskan, soal produksi merupakan urusan dari Tiphone.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Kemenperin Bangun...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Asosiasi dan Industri Petrokimia siap membangun Polite...

Readmore..

Industri Manufaktur Mampu...

Industri manufaktur mampu menyerap 18,25 juta tenaga kerja terampil di tahun 2018. Jumlah ini mampu ...

Readmore..

Kinerja Ekspor Mebel Dan...

Kinerja ekspor produk mebel dan kerajinan kayu nasional periode Januari – Oktober 2018 capai U...

Readmore..

Perusahaan Manufaktur