loader

Produksi Industri Kulit Dan Alas Kaki Meningkat Pada Kuartal II Tahun 2018

03 August 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Memasuki kuartal II tahun 2018, beberapa sektor industri manufaktur mulai memperlihatkan peningkatan produksi, jika dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi meningkat sebesar 4,36 persen terhadap triwulan II tahun 2017. Kenaikan tersebut disebabkan oleh naiknya produksi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Peningkatan tersebut mencapai 27,73 persen.

 

Sektor lain yang juga mengalami pertumbuhan produksi pada kuartal kedua tahun ini, di antaranya industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 17,28 persen, industri minuman mencapai 15,41 persen, industri pakaian jadi tembus 14,63 persen, serta industri alat angkutan di angka 12,34 persen.

 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya terus mendorong industri nasional agar memanfaatkan teknologi terkini untuk memaksimalkan produksi secara lebih efisien dengan hasil yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan penerapan revolusi industri generasi keempat atau industri 4.0.

 

Sementara itu, hasil survei Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari Nikkei juga menunjukkan, indeks PMI pada Juli 2018 naik menjadi 50,5 dibanding Juni 2018 yang mencapai 50,3. Indeks PMI di atas 50 menunjukkan industri mampu ekspansi.

 

Masih merujuk data BPS, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada periode triwulan II/2018 juga mengalami kenaikan sebesar 4,93 persen (y-on-y) terhadap triwulan II/2017. Kenaikan ini terutama dipicu naiknya produksi industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia yang mencapai 25,55 persen, serta industri percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 24,42 persen.

 

Dalam hal ini, Kemenperin fokus dalam pelaksanaan program e-Smart IKM di Indonesia. Program strategis ini dinilai dapat meningkatkan akses pasar bagi pelaku IKM dalam negeri melalui internet marketing.

 

Kemenperin menargetkan, sebanyak 4000 IKM lokal akan bergabung dalam program e-Smart IKM pada tahun 2018. Sasaran tersebut naik dibanding tahun lalu yang pesertanya sudah mencapai 2.730 IKM. Dalam pelaksanaannya, Kemenperin telah menggandeng sejumlah marketplace dalam negeri seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Blanja.com.



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

Pemerintah Siap Kembangkan...

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap mengembangkan industri fesyen muslim ...

Baca selengkapnya..

PT. Mattel Indonesia...

Bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober 2018, PT. Mattel Indonesia mel...

Baca selengkapnya..

Lanjutan Kerjasama RI –...

Indonesia – Korea Selatan berpotensi untuk memperkuat den melanjutkan kerjasama yang telah ter...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur