loader

Tahun 2018, Industri Makanan Dan Minuman Diproyeksi Masih Jadi Sektor Andalan

28 November 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Beberapa tahun belakangan, pertumbuhan industri makanan dan minuman terus mengalami peningkatan signifikan. Begitu pula dengan tahun 2018, industri makanan dan minuman diproyeksi masih menjadi sektor andalan untuk menopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional.

 

“Untuk itu, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan industri makanan dan minuman agar semakin produktif dan berdaya saing global,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Coca-Cola Amatil Investor Day di Jakarta, Kamis malam (23/11).

 

Menurut catatan Kementerian Perindustrian, sumbangan industri makanan dan minuman kepada PDB industri non-migas mencapai 34,95 persen pada triwulan III tahun 2017. Hasil kinerja ini menjadikan sektor tersebut kontributor PDB industri terbesar dibanding subsektor lainnya.

 

Selain itu, capaian tersebut mengalami kenaikan empat persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Sedangkan, kontribusinya terhadap PDB nasional sebesar 6,21 persen pada triwulan III/2017 atau naik 3,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Selanjutnya, dilihat dari perkembangan realisasi investasi, sektor industri makanan dan minuman untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) triwulan III/2017 mencapai Rp27,92triliun atau meningkat sebesar 16,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Sedangkan, untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar USD1,46 miliar.

 

Dalam acara yang digelar Coca-cola, Menperin mengapresiasi kepada Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai pelopor dalam industri minuman ringan di Indonesia yang produknya telah dipasarkan secara langsung kepada lebih dari 500 ribu pelanggan ritel baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.

 

Hingga saat ini, Coca-Cola Amatil Indonesia telah menyerap tenaga kerja sebanyak 11 ribu orang, dengan nilai investasi selama lima tahun terakhir (2012-2017) mencapai USD445 juta. Perusahaan ini juga berkomitmen akan meningkatkan investasi hingga USD300 juta untuk tiga tahun ke depan.

Berita Manufaktur Terkait

Jumlah Impor Turun,...

Pemerintah telah melakukan berbagai hal positif untuk menekan nilai impor, dan berusaha meningkatkan...

Baca selengkapnya..

Pertumbuhan “MVA”...

Pertumbuhan manufacturing value added (MVA) manufaktur Indonesia berhasil menempati posisi tertinggi...

Baca selengkapnya..

Perdagangan Indonesia –...

Tahun 2017, perdagangan Indonesia – India di tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 43 persen d...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur