loader

Tahun 2018, Kemenperin Pacu 5 Subsektor Manufaktur Ini

08 January 2018 | Author : Manufakturindo
image berita
Kementerian Perindustrian akan memacu pertumbuhan lima subsektor manufaktur tanah air di tahun 2018, yakni industri baja dan otomotif, elektronika, kimia, farmasi, serta makanan dan minuman. Lima subsektor ini diharapkan mampu mencapai target pertumbuhan industri pengolahan non-migas tahun ini, yang sudah ditetapkan sebesar 5,67 persen.

 

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, meyakini, sektor manufaktur masih menjadi kontributor terbesar bagi perekonomian nasional, di antaranya melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

 

Peningkatan nilai tambah ini misalnya dilakukan oleh industri berbasis agro dan tambang mineral yang telah menghasilkan berbagai produk hilir seperti turunan kelapa sawit dan stainless steel. Untuk jumlah ragam produk hilir kelapa sawit, meningkat menjadi 154 produk sepanjang tahun 2015-2017 dibanding tahun 2014 sekitar 126 produk.

 

Pada periode 2015-2017, telah berproduksi industri smelter terintegrasi dengan produk turunannya berupa stainless steel yang memiliki kapasitas dua juta ton per tahun. Jumlah ini naik dibanding dengan tahun 2014 yang hanya mencapai 65 ribu ton produk setengah jadi berupa feronikel dan nickel matte.

 

Mengenai penyerapan tenaga kerja, Kemenperin memprediksi total tenaga kerja yang terserap di sektor manufaktur pada 2017 sebanyak 17,01 juta orang, naik dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 15,54 juta orang. Capaian ini mendorong pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia yang cukup signifikan.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan pada Januari-November 2017 naik 14,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Sementara itu, pada semester I tahun 2017, ekspor industri pengolahan non-migas mencapai USD59,78 miliar atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar USD 54,32 miliar.

 

Ekspor industri pengolahan non-migas tersebut memberikan kontribusi sebesar 74,76 persen dari total ekspor nasional pada semester I/2017 yang mencapai USD 79,96 miliar. Negara tujuan ekspor nonmigas, antara lain ke China, Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

 

Selanjutnya, industri pengolahan nonmigas masih memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan III/2017 dengan mencapai 17,76 persen. Sedangkan, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan III/2017 sebesar 5,49 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen.

 



Loading...

Berita Manufaktur Terkait

PT. Mattel Indonesia...

Bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober 2018, PT. Mattel Indonesia mel...

Baca selengkapnya..

Lanjutan Kerjasama RI –...

Indonesia – Korea Selatan berpotensi untuk memperkuat den melanjutkan kerjasama yang telah ter...

Baca selengkapnya..

Investasi Modal Di Sektor...

Perkembangan industri manufaktur pada semester I tahun 2018 mencatatkan hasil positif. Menurut hasil...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur