loader

Tuju Pertumbuhan Manufaktur 5,67 Persen Tahun 2018, Kemenperin Lakukan Langkah Strategis

15 December 2017 | Author : Manufakturindo
image berita
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri manufaktur non-migas di tahun 2018 meningkat 5,67 persen. Demi mencapai target tersebut, Kemenperin akan melakukan beberapa langkah strategis yakni penciptaan iklim usaha yang kondusif dan kepastian hukum, penggunaan teknologi terkini untuk mendorong peningkatan mutu, efisiensi dan produktivitas, serta pemberian fasilitas berupa insentif fiskal.

 

Kemudian, didukung dengan ketersediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif, sumber daya manusia (SDM) kompeten, serta kemudahan akses pasar dan pembiayaan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri di semua subsektor terutama industri logam dasar, makanan dan minuman, alat angkutan, mesin dan perlengkapan, farmasi, kimia, serta elektronika.

 

“Kami optimis bahwa industri Indonesia akan dapat tumbuh lebih tinggi. Untuk itu, diperlukan kerja bersama dengan seluruh stakeholders guna menjalankan langkah-langkah strategis dalam mencapai target pertumbuhan industri tersebut,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Seminar Nasional Outlook Industri 2018 di Jakarta, Senin (11/12).

 

Menperin menegaskan, berbagai potensi dan peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan industri perlu juga dimanfaatkan secara optimal agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang semakin berkualitas dan berkesinambungan.

 

Hingga saat ini, menurut Airlangga, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah telah membuahkan hasil positif untuk perkembangan industri nasional. Misalnya, mulai dari indeks daya saing yang semakin meningkat, jumlah investasi di sektor industri yang terus bertambah sehingga berdampak terhadap peningkatan populasi industri dan penyerapan tenaga kerja, capaian hilirisasi industri yang semakin baik, hingga peningkatan jumlah industri kecil dan menengah yang telah mengaplikasikan ekonomi digital.

 

“Bahkan, pendidikan vokasi juga terus bertambah dan menghasilkan tenaga kerja yang tersertifikasi. Semua upaya dan capaian ini tentu tidak lepas dari peran serta dunia usaha khususnya pelaku industri, instansi pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah serta masyarakat Indonesia secara umum,” paparnya.

 

Pada triwulan III tahun 2017, pertumbuhan industri pengolahan non-migas Indonesia mencapai 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06 persen. Cabang industri yang menopang kinerja manufaktur tersebut, antara lain industri logam dasar yang tumbuh 10,6 persen, diikuti industri makanan dan minuman 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan 6,35 persen, serta industri alat transportasi 5,63 persen.

 

Berita Manufaktur Terkait

Dorong Ekspor, Kemenperin...

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia, terus berupaya mendorong keindahan budaya Indonesi...

Baca selengkapnya..

Investasi Manufaktur...

Investasi industri manufaktur membawa perekonomian Indonesia tumbuh di tahun 2018 karena masih banya...

Baca selengkapnya..

Industri Alas Kaki...

Industri alas kaki nasional beberapa tahun belakang menjadi salah satu sektor yang menjadi perhatian...

Baca selengkapnya..

Perusahaan Manufaktur